Rabu, 25 Januari 2012

Untukmu Ibu


Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecilmu...


Desah mimpimu berlari
mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaikmu


Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Ibu... kau berlian dihati kami
Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap Di setiap sholat malammu


Ibu...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami


Ibu...
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis.

Ayah

Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik

Kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah


Aku hanya memanggilmu ayah
    Di saat ku kehilangan arah
    Aku hanya mengingatmu ayah
    Jika aku telah jauh darimu

Simphonyku

Bisikan di hati yang indah 
Kini mengalun sendu di lorong kalbu
Menghiasi hari-hari indahku, terlewati...


Perlahan aku petikan gitar
Ikuti ilusiku yang membentang 
telusuri angin di tepian wajah rembulan ...


Datanglah kau bayangan yang hilang di rengut pagi 
Di dalam nada-nadaku Genggam erat jemariku
Dan hentikanlah kerinduan yang kau tawarkan di persimpangan 
Simphony indahku ,, untukmu ....

Sujudku


Tuhan dengarkan aku
Ku memohon kepadaMu
Kuangkat tanganku
Kulafaskan lidahku
Menyebut namaMu Tuhan




Tuhan lihatlah aku
Kuberserah kepadaMu
Kuletakkan keningku bersujud padaMu
Ampuni dosa-dosaku

Tuhanku jangan ambil nyawaku
Sebelum ku dekat denganMu
Tuhanku siapkan duniaku
‘Tuk nanti tiba akhiratku

kau kini ada


kuberanjak dari tidurku
mencoba melukis pagiku
berharap keajaiban akan datang
daun tak bergerak
sang burung terdiam
menanti senyuman

berdiri termangu membisu
apakah yang akan terjadi
akankah keindahan menyapa
rumput tak berdesah
tunduk tak bergoyang
menanti sentuhan

berat untuk melangkah
memulai hari ini
namun semua itu sirna
kau kini ada

sebuah kecupan darimu
cukup membuat duniaku terasa lebih terang
secangkir teh hangat darimu
cukup untuk awali hari terindah dalam hidupku

Dari Pandangan Itu ...



Dari pandangan itu…
Waktu pertama kita bertemu
Kau terdiam dan tersenyum
Saat menatapku dengan penuh makna…

Dari pandangan itu…
Aku merasa luka telah tertutup
Pada waktu, masa lalu kelam menusukku
Dan kau hadir membawa seberkas cahaya…

Dari pandangan itu…
Yang membuat hati ini luluh
Seakan nafas hilang bagaikan semu
Saat indahnya cinta mengetuk jiwa…

Dari pandangan itu…
Aku yakin kaulah hidup
Menuntun untuk keluar, saat angin bertiup membunuh
Atau menunggu, sesaat rindu menyapa…

Dari pandangan itu…
Dunia berkata, seakan tak ragu
Saat Tuhan membacakan wahyu
Untuk kehidupan kita, abadi sementara…

Dari pandangan itu…
Inginku selamanya tak bisa runtuh
Rumah cinta, antara kau dan aku...

Hidup ...


hidup tidaklah mudah
tidak pula menyusah
hidup adalah jalankan amanah
di tiap-tiap ibadah
yang kadangpula tak dirasa berbuah
di tiap kita mencari nafkah
kenapa…?
karna terselimut cinta
karna berselimut asa
inilah dunia akan surga
mengalir sungai dibawahnya
mengalir amal orang tua
hingga batasnya di tiga
dari kaki hingga kepala
dari cicit mengalir ke kakek kita
akankah kita memungkiri
Bismillah...
Kasih Sayang nan diberi
atau adzab kan menghampiri
bukan pula setiap di tiap kata terukiri
karna jauh dari lubuk hati
pula seraya ku di memuisi
dengan mentari kita bersuah
dengan berkah akan cahaya



Selasa, 24 Januari 2012

Tanyaku

Tak Pernah Ku Merasa Hawa Sehangat Ini
Di Dalam Hidupku...
Kau Beri Dan Kau Bagi Semua Marah Dan Candamu
Ku Harap Hanya Untukku ...


Tak Pernah Ku Hinggapi Bahagia.
Seperti Ini.. Jatuh Hati...
Tumbuhkan Nyaliku Tuk Nyanyikan 
Kepadamu.. Aku Cinta...

Sesaat Tersenyum Dan Kaupun Lalu
Terdiam Dan Berpaling Sisakan Laguku

Seolah Tak Tahu 
Hanya Engkau Yang Ku Tuju
Akan Kunantikan Hatimu Mengiyakanku 
Ku Mau Kau Tahu Tiap Tetes Tatapmu
Iringi Tanyaku Kapan Kau Jadi Milikku

Saat Kau Maratap, Saat Kau Bahagia
Kuingin Ada Di Sana..
Saat Ku Melangkah, Saat Ku Berpijak
Adakah Kau Bersamaku ....

Senin, 23 Januari 2012

Last Pretence


Aku tak bisa… menghadapimu
Percakapanmu dan pandanganmu
Karena hatimu… yang telah pergi
Kebekuanmu… melumpuhkanku

Kekhilafanku… hantarkan kita
Di dua arah yang jauh beda
Nafas terakhir perjuangan kita
Akhiri dengan nada yang indah

Cobalah kau bertahan
Sampai waktunya datang

Berpura-puralah kau masih sehati
Karena selama ini…
Kau lah yang aku cari


Pekatnya Malam


Saat ini bulan pancarkan sinarnya
Tak begitu terang
Cahaya pucat pasih akan malam
Tak seindah yang aku harapkan,
Harapan akan sinarnya
Yang mampu terangi hati yang kelam


Penyesalan tiada akhir kini harusku rasakan
Mengenal seorang yang indah dalam pandangan
Seindah langit malam berteman sinar rembulan


Dan sesakit pucatnya sang rembulan berpanorama
kini hanya luka lama yang ada
Menghiasi dinding perasaan
Menghancurkan setiap memori yang tlah ku lalui


Pekatnya malam takkan terang dengan pucatnya sang rembulan
Dan sakinya hati dan perasaan..
Karna luka lama yang terpendam

Kepalsuan Cinta


Kasih sejak kepergianmu
Hidupku kini terasa sunyi
Namun apa daya semua harus begini

Kini hancur semau harapan
Yang dulu pernah kubayangkan
Bersanding hidup bahagia denganmu

Kini tinggal sisa kenangan
Masa yang indah dan bahagia
Masa yang penuh dengan senyuman manismu

Namun kini sirna
Bersama hatiku yang hancur
Saat kutahu engkau telah berubah

Kini kau telah berdua
Dengan cinta yang lain
Kau lupakan janji suci kita

Cintaku dan Rinduku padamu kini hilang sudah
Bersama kepalsuan cintamu

Minggu, 22 Januari 2012

Parangtritis (sebuah prasasti)

Desir angin dipantai 
Membuka  cakrawala hati
Deru suara ombak
Membuka sebuah nurani

Indah buih dipantai
Tak seindah kelam wajahmu
Saat semua larut 
Dalam cinta terlarang

Disinilah kita berdua 
Hanyut dalam sebuah asa 
Dan disinilah menjadi saksi 
Bukti cinta kita

Parangtritis jadi kenangan 
Saat-saat indah bersamamu
Parangtritis jadi prasasti
Dua hati larut dan terlena


Jumat, 20 Januari 2012

verly

Bila kau pergi kau bawa separuh hidupku
Aku hanya ingin kau tetap disampingku
Cinta ini tak mudah didapatkan darimu

semua yang telah kita bina
Mengapa harus berakhir
Verly apa yang terjadi
Hingga semua berakhir seperti ini

Apa yang kau rasa ...??
Apa yang kau damba ...??
             
Verly semua telah berlalu
Hilang dalam sebuah memori
Verly ajari aku Lupakan kisah itu

Sahabat

Sahabat terbaikku ada apa denganmu
Kulihat beban berat menghantuimu
Sahabat terbaikku ada apa denganmu
Kuingin kau kembali seperti dulu

Ungkapkanlah semua segala problemamu
Kuingin hari – harimu kembali ceria
Lepaskanlah semua beban berat dihatimu
Kuingin melihatmu seperti dulu

Menarilah bersamaku
Tertawalah bersamaku
Lepaskan semua bebanmu
Biarkanlah kubalut lukamu

Awan Putih

Kutatap Biru Langitku 
Kutatap indah awan putihku
Terbang melayang tersapu mendung...

Namun kini hilang sudah 
Indah suci awan putihku
Terbang melayang tertiup angin...

kembalilah awan putihku
Kuingin kau seperti dahulu
Bersih putih tak ternoda
Bermain dilangit biru

Kamis, 19 Januari 2012

deisya

seiring meredupnya lilin
mencari tahu akhir jalanku
selepas sinar senja punah
perlahan sakit hatinya mati

apa yang kan terjadi
pastinya akan terjadi
biar waktu yang menghakimi
dan aku akan terus bertahan
mengharapkannya, menantikannya
walau pedihnya tak tertahankan
melihatnya terjamah yang lain

my dear, deisya
apa yang kau dengar
saat angin menyentuh hatimu

Kota Mati (Merapi)

Debu menyatu dalam kalbu…
Abu di antara tangisan tabu…
Dan kamu tersujud rindu…
Akan Tuhan tempatmu berpangku…

Terpaku ragamu akan semua itu…
Dan tak ingin aku pergi menjauh…
Meninggalkan aku di kota itu…
Yang menghilang oleh amarah gunung…

Di kota ini, mereka tertegun…
Tiada percaya akan takdirMu…
Api bernyanyi bersama abu…
Masuk untuk meluluh, tak bisa mengeluh…

Kota ini bukanlah sebuah sapu…
Yang dapat menyapu dirimu…
Kota mati selalu menyelimuti…
Namun ragamu abadi di hati…

Kenangan adalah jalanan rapuh…
Memulai dengan cahaya itu…
Untuk membawamu…
Berdiri, kembali pada langkah baru…

Senin, 16 Januari 2012

Asa Untuk Cinta

Andai,
Aku mampu berlari tinggalkan asa,
Yang hanya akan torehkan luka..
Dan Lupakan berjuta mimpi indah tentang cinta..

Namun,
Aku terjebak dalam ombak cinta yang lara.
Yang tak mampu aku miliki seutuhnya.
Kucoba lepas dari belenggu rasa yang menyiksa.
Tapi ombak itu buatku tak berdaya.
Hingga akhirnya aku percaya,
Cinta itu akan terukir indah dalam bingkai jiwa.
.
Meski tertatih,
kucoba meniti setiap langkah dengan air mata.
Berharap,
temukan kepingan cinta yang telah tertelan masa.

Kehancuran

Yaa Alloh ...
apa yang aku rasakan saat ini…
aku tak tau apa yang melanda jiwa dan hati ku ini …..
hanya rasa ragu dan gelisah yang terpancar daam relung hati ini ….
aku bingung….apa yag harus aku lakukan ….


Yaa Alloh ...
berikan aku kecerahan untuk hati ini…
berikan aku …kesabaran untuk hati ini….
hanya air mata yang dapat menetes ke pipi ku ini….
terdiam….gelisah….kehancuran yang saat ini aku rasakan….


Yaa Alloh ...
aku menanti hidayah-Mu...

kegagalan

segelincir orang mengatakan

cobalah kita juga berpandangan
tidak menafik akan hukuman
akan sebuah kekurangan
sekarang renung dimana diposisikan
berdoa seraya berserah pada Alloh
kemudian sewajarnya kita sebagai insan
memohon kekuatan
dikala kita di permulaan
memohon ampunan
dikala kita di kekurangan



Minggu, 15 Januari 2012

biarkan aku pergi

maafkan aku karena harus pergi dari mu
maafkan aku karena harus meninggalkanmu
tak ada maksudku untuk melakukan semua itu
tak rela pun aku meninggalkanmu seperti itu
semua itu aku lakukan semata-mata hanya untuk membuatmu bahagia
aku rela meninggalkan semua harapan itu hanya untuk melihat orang yang aku sayangi bahagia
tanpa adanya aku, tanpa adanya masa lalu yang selalu mengusikmu
walaupun aku tau,setiap manusia pasti memiliki masa lalu
aku tak ingin menjadi duri dalam hidupmu
aku tak ingin dengan kehadiranku akan ada hati yang kan terluka
aku tak ingin kehadiranku akan menghancurkan semua mimpi-mimpi mu
aku pergi dari hidupmu dan hidupnya
maafkan aku tak bisa menemanimu lagi
sekali lagi kutegaskan aku pergi bukan karena aku kalah
tapi aku pergi karena aku ingin melihat orang yang aku sayang bahagia
walaupun aku tau itu tak bersamaku
maafkan aku…
aku menangis bukan karena sedih
airmata ini jatuh karena aku melihat kebahagiaanmu
walaupun itu tak bersamaku
jujur aku akui,,,ada sedikit rasa sakit dalam hati ini
tapi aku akan berusaha tegar dan kuat untuk menghadapinya
selamat tinggal sayang…
aku akan pergi dari mu 
maafkan semua salahku saat kita melewati hari bersama
aku harap semoga kalian bahagia selamanya
dan tak akan ada lagi orang yang akan mengalami hal seperti yang aku alami
jangan ada lagi orang-orang yang akan mengalami hal ini
biarkan cinta tumbuh dalam hati kalian
dan yakinlah, cinta akan menjadikan semua bahagia dan indah

Sabtu, 14 Januari 2012

Lelah

Hatiku hampa
Pikiranku kosong
Tatapanku gelap
Tubuhku lemah lunglai


Aku tak melihat warna warni
Yang kulihat hanya hitam putih
Aku tak melihat keindahan
Yang kulihat hanyalah kehampaan


Hari demi hari
Langkah demi langkah kulalui
Setiap jalan kutelusuri
Tapi aku tak menemukan arti


Ingin rasanya aku keluar
Lepas dari kepenatan
Bebas dari ikatan
Merasakan segarnya udara pagi


Aku lelah
Ingin rasanya ku teriak
Tapi ku tak mampu
Bahkan mengeluarkan sepata kata pun
Ku tak sanggup


Entah apa yang terjadi 
Aku tak mengerti
Semua berlalu begitu saja
Tanpa ku sadari


Aku tak berdaya
Kekuatanku sirna
Benteng pertahananku roboh begitu saja
Tanpa ada yang menahannya


Pondasiku terlalu lemah
Hingga musuh mudah
Mudah menjajahku
Mengobrak-ngarik kediamanku


Benteng yang hancur ini
Akankah terbangun kembali
Kokoh ditengah-tengah dunia ini

Ujung Tiang Mimpiku

Sepi kurasa melebur hati
Rindu kurasa membalut imaji
Tertawa melihatku sendiri
Keheningan iringi langkah diri


Ku menangis dalam tawaku
Ku tertawa dalam tangisku
Terisak-isak mencari hatimu
Terbahak-bahak temukan kasihmu


Kerinduan yang tak pernah berujung
Membimbingku ke ujung tiang mimpiku
Menghujamku dan tinggalkan luka pilu
Dengan parangnya penggal bahagiaku


Luka hati yang tak terobati
Terasa perih dan mengoyak diri
Jerit hati bak lautan tangis
Mengejekku dengan pandangan miris


Ku bermimpi dalam sadarku
Ku tersadar dalam mimpiku
Dalam mimpi ku mengejar kasihmu
Ketika kusadar dapatkan bencimu


Kerinduan yang tak pernah berujung
Menyeretku ke ujung tiang mimpiku
Membelenggu dan tinggalkan luka baru
Dengan parangnya renggut harapanku

Setiap Hari

Akhirnya kembali letih
Entah percuma suara terdengar lirih
Meski lama nian menanti lelah
Entah mengapa mata tak mau terpejam

Kembali menatap langit
Membayang indah beribu tatap
Sayang tak mungkin ada
Hanya khayal putus asa
Dengan hembus sejuk lembayu
Meski tampak sendu
Tersenyum sebelum terpejam
Hingga mimpi memeluk lelah hati

Indah mimpi membuat enggan
Selalu entah pagi entah sore
Ketika terbangun dengan sadar
Kembali terpejam
Menanti kantuk dan mimpi
Meski waktu berdetik menghampiri
Menampar setiap detak detik berlalu

Dengan segala hembus malas
Air dingin menghumbar pengat
Membasuh keringat
Mimpi tiada lagi teringat
Meski nanti kembali mencari hangat
Lalu terpaksa pergi
Pertama menyeret pasti
Kedua henti menatap diri
Lalu pergi yakinkan diri pasti kembali

Meski tersiksa nyata
Indahnya tak mungkin tersentuh
Melukai mungkin tiada sentuh pasti
Hanya perlu menatap dari jauh
Menyembuhkan berbagai luka
Meski kian membekas
Dan ketika nanti susah terpejam
Berkhayal kembali
Demi sebuah mimpi
Yang tak terwujud di dunia nyata

Jumat, 13 Januari 2012

aku ..yang lelah

mungkin memang kau takdirkan aku sedemikian rupa untuk menjalani semua ini
mungkin Kau anggap aku memang pantas menerima ini semua
Kau patrikan ketakutan..kecewa ..getir dan dendam dihati dan kehidupanku
Kau buat aku merasa akulah orang paling tak berhak apapun di dunia ini
baiklah…aku memang terlanjur pekat sepekat pekatku
aku akan tetap berusaha menipu diriku sendiri
demi orang yang aku cintai dan aku sayangi


Tuhan…jujur..andai aku boleh memilih..
aku lebih baik tinggalkan semua ini
agar aku terlepas dari pasungan pasungan waktu
dan keadaanku


aku rela dengan semua ini..entah berapa kali aku arus berkata lelah
aku sudah tak berbentuk
aku tak punya siapa siapa
semua yang aku sayangi..tak bisa aku miliki sepenuhnya…bulan..bintang bintang kecilku..pun dengan sang angin…
semua hanyalah mimpi bagiku kini


aku tak bisa genggam dia dalam nyata
aku hanya bisa nanar melihat semuanya
aku lelah Tuhan….maafkan jika beberapa waktu ini aku berontak padamu
dan maafkan jika aku harus menjadi sosok yang hidup dalam dua sisi
aku tak mau menyakiti dia..
aku tak mau dia lihat betapa aku remuk redam


Tuhan..aku hanya mohon..jangan cabut rasa sayang ini padanya
rasa cintaku pada bulan dan bintang
serta kesetiaan rasaku pada sang angin
biarlah mereka tak tahu..biarkan Tuhan
cukup aku yang tahu…
sekali lagi..aku lelah dengan pasungan ini ya Tuhaan
aku lelah..aku lelah..aku lelah
benar..semua seperti tawarkan energi agar aku kuat
agar aku tersenyum..
namun semua tak membuatku memperoleh bukti bahwa aku berhak untuk tersenyum


aku tak bisa untuk hanya pasrah tanpa berontak
aku benci hidupku Tuhaan
aku terima jika semua ini Kau anggap sebagai dosa
aku rela…aku sudah tak pernahpeduli dengan semua yang ada didiriku
benar..aku akan tersenyum..meski aku terus menipu nuraniku
ya nuraniku..meski dianggap itam ..namun aku yakin nuranikupun lelah..lelah..lelah
lelah..
semarang,,,tepi getir di hidup

Aku Kini Dan Jika

.seperti apa yang telah hujan janjikan padaku.
.seperti apa yang telah awan simpankan untukku.
.seperti apa yang telah gugusan gunung jagakan untukku.
.kini kudapati sebuah jiwa yang dulu tak pernah bernyawa.


.kini kudekap sebentuk hati yang dulu hampa.
.aku mencintainya bukan dengan separuh asaku.
.melainkan dengan separuh nyawaku.
.aku menyayanginya bukan dengan separuh rinduku.


.melainkan dengan separuh otakku.
.aku menyanjungnya bukan dengan separuh naluriku.
.melainkan dengan separuh ragaku.
.dan kini.


.jikalau ia akan berlari jauh.
.jikalau ia telah penat dengan segala yang ia berikan padaku.
.ia curahkan untukku.
.mungkin ia akan membawa.
.separuh nyawaku.


.separuh otakku.
.dan, separuh ragaku.
.dan jika ia telah benar-benar menghilang.
.ia akan menjadi dongeng yang akan kuceritakan.
.pada bintang yang selalu gantikan ia menjagaku terlelap.


.pada angin yang gantikan ia membelaiku dimalam.
.dan pada gugusan gunung yang selalu tegap berdiri.
.melihatku dan nya mengukir senyum.
.merajut sayang.
.menggumpal cinta.
.dihadapnya.
.didepannya.

Jiwa Yang Rentan

Luka hati belum tertutupi
Tangis diri menipu mimpi
Rasakan dan coba tuk resapi
Cinta dalam belenggu sepi

Soneta di dalam hati
Menjerat tangis lirih
Dalam lantunan memekik iri

Membara cinta dalam fantasi
Kucumbu si cantik ilusi
Membakar jiwa dalam imaji
Kukubur dibalik jeruji

Bias cinta menembus jiwa
Warnai jiwa yang kian riskan
Senja melayang diatas awan
Mencari cinta tuk menghamba

Galau hati belum terobati
Sirna asa bagaikan mati
Meracuni jiwa tanpa henti
Perih rasa mencengkram hati

Soneta di malam hari
Terjerat desir mimpi
Dalam lamunan mencekik diri

Biar cinta merenggut jiwa
Nodai jiwa yang kian rentan
Senja menghilang ditelan malam
Mencuri cinta dan menghilang

Setiap Hari

Akhirnya kembali letih
Entah percuma suara terdengar lirih
Meski lama nian menanti lelah
Entah mengapa mata tak mau terpejam


Kembali menatap langit
Membayang indah beribu tatap
Sayang tak mungkin ada
Hanya khayal putus asa
Dengan hembus sejuk lembayu
Meski tampak sendu
Tersenyum sebelum terpejam
Hingga mimpi memeluk lelah hati


Indah mimpi membuat enggan
Selalu entah pagi entah sore
Ketika terbangun dengan sadar
Kembali terpejam
Menanti kantuk dan mimpi
Meski waktu berdetik menghampiri
Menampar setiap detak detik berlalu


Dengan segala hembus malas
Air dingin menghumbar pengat
Membasuh keringat
Mimpi tiada lagi teringat
Meski nanti kembali mencari hangat
Lalu terpaksa pergi
Pertama menyeret pasti
Kedua henti menatap diri
Lalu pergi yakinkan diri pasti kembali


Meski tersiksa nyata
Indahnya tak mungkin tersentuh
Melukai mungkin tiada sentuh pasti
Hanya perlu menatap dari jauh
Menyembuhkan berbagai luka
Meski kian membekas
Dan ketika nanti susah terpejam
Berkhayal kembali
Demi sebuah mimpi
Yang tak terwujud di dunia nyata