Sabtu, 14 Januari 2012

Setiap Hari

Akhirnya kembali letih
Entah percuma suara terdengar lirih
Meski lama nian menanti lelah
Entah mengapa mata tak mau terpejam

Kembali menatap langit
Membayang indah beribu tatap
Sayang tak mungkin ada
Hanya khayal putus asa
Dengan hembus sejuk lembayu
Meski tampak sendu
Tersenyum sebelum terpejam
Hingga mimpi memeluk lelah hati

Indah mimpi membuat enggan
Selalu entah pagi entah sore
Ketika terbangun dengan sadar
Kembali terpejam
Menanti kantuk dan mimpi
Meski waktu berdetik menghampiri
Menampar setiap detak detik berlalu

Dengan segala hembus malas
Air dingin menghumbar pengat
Membasuh keringat
Mimpi tiada lagi teringat
Meski nanti kembali mencari hangat
Lalu terpaksa pergi
Pertama menyeret pasti
Kedua henti menatap diri
Lalu pergi yakinkan diri pasti kembali

Meski tersiksa nyata
Indahnya tak mungkin tersentuh
Melukai mungkin tiada sentuh pasti
Hanya perlu menatap dari jauh
Menyembuhkan berbagai luka
Meski kian membekas
Dan ketika nanti susah terpejam
Berkhayal kembali
Demi sebuah mimpi
Yang tak terwujud di dunia nyata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar