Minggu, 21 September 2014

Dan Malam pun Diam

Dan…….
hembusan angin malam itu membawa berita buruk
kabar yang sedari tadi sudah mengisi relung hatiku
jauh sebelum angin datang membawanya masuk
Dan…..
Akhirnya malam hanya bisa diam
Tertunduk lesu dibawah sinar sang rembulan
menanti fajar muncul menggantikan malam
Dan…..
Aku pun hanya bisa diam
Tak ada yang dapat aku lakukan kawan
Karena aku hanyalah nyala api penerang malam
Dan…..
Kala tubuhku meleleh karena pancaranku sendiri
Itu karena aku berusaha menyinari hari ini
Walaupun aku tahu nantinya fatal bagiku
Dan…..
Aku cukup senang dapat membuat kalian bisa tertawa
Tersenyum riang gembira menjalani hari
Tanpa harus terbebani dengan busuknya janji

Yang terjadi biarlah terjadi

Tak selamanya mendung itu kelabu
aku tak yakin derita tak akan berlalu
di suatu saat nanti aku pasti bertemu
akan ku sampaikan yang belum sempat kukatakan
maafkan aku ….
Seandainya saat itu kau ada disampingku
kau akan dengar semua apa yang telah terucap
bukan maksudku untuk meninggalkanmu
itu.. kemauan mereka…
akupun sama sepetimu
menanggung derita di sepanjang jalanku
sudah….sudah… biarlah
yang terjadi biarlah terjadi

Elegi Buat Deisya

Lelah….
Tak henti menggelayuti
Elegi buat deisya
Kutulis bait ini
Dibawah temaram cahaya pelita
Yang kian meredup
Elegi buat deisya
Di bawah awan berwarna jingga
Yang menyilaukan pandangan
Terbayang rona merah di wajahmu
Ditepi kerinduanku
Aku nyanyikan elegi rindu
Pada jiwamu
Elegi buat deisya
Matahari yang kian ringkih
Menatap bumi…
Yang kian lunglai
Menopang laut dan kaki langit
Yang kian menua
Elegi buat deisya
Saat teriring sunyi
Suaramu kian mendesah

Merelakanmu

aku ayunkan langkah demi langkah
menyusuri jalan yang tak berujung
tanpa terasa senja kini menemani..
aku terus melangkah dan melangkah…
senja yang begitu sepi..
aku tetap berjalan dikesendirianku…
tak pekduli sejauh mana aku melangkah..
sungguh sakit kurasakan..
air mata ini perlahan menetes jatuh dipipi…
tak bisa aku terima perlakuan mu
setelah semuanya aku serahkan …
kau balas dengan dusta
ahhhh…
tuk apa aku sesali semua yang telah terjadi
aku pasrahkan saja..
kini…
aku sadar siapa lah diri ini
kurelakan kau pergi bersamanya  yang tlah engkau pilih
doaku mengiringi keprgian mu
kuharap engkau bahagia..
jangan hiraukan aku..
karena aku tak bisa membahagiakan mu karena itulah pilihan mu…

Terdiam di balik rindu


puisi untuk ayah dan ibu

Untukmu Ayah Untukmu Ibu
Kasihmu… sayangmu… selalu kau berikan padaku…
Kau banting tulangmu… kau peras keringatmu…
Namun kau selalu berusaha tersenyum didepanku…
Walau ku sering mendurhakaimu…
kau tak pernah berhenti memberi semua itu…
Kau pun tak pernah sedikitpun meminta balasan dariku…
Karena ku tau… kau lakukan semua itu…
Hanya untuk membuatku bahagia…
Kau cahaya hidupku…
kau pelita dalam setiap langkahku…
Maafkan…bila aku belum bisa membalas semua kebaikan yang telah kau berikan untukku…
Tetapi Aku berjanji… aku akan selalu berusaha dan berdo’a semampuku… untuk kebahagiaanmu di masa tua mu nanti…
Agar kau selalu tersenyum… walaupun apa yang ku beri… tidak sebesar apa yang ku terima selama ini…

Teruntuk Wanita yang selalu menjaga Kehormatannya

Ku serahkan pada Pencipta
Semua yg ada dan akan terjadi
Demi mawar yg mewangi
Demi sebuah Nama, cita dan cinta
Dan sapaan sinar dipagi cerah…
Kau perantaraku kagumi dan syukuri Keindahan CiptaanNYA
Tapi Tak mungkin,,,, ku duakan Cinta ini dariNYA
Tak akan sesali ketika kutinggalkan malam
Karena Pengharapanku kan ada sepanjang detik, tahun, dan masa
Bahkan melalui tiap helaan nafasmu…
Bersama dingin menjelang Subuh
Lewat untaian Do’a yang namamu ada di dalamnya
Akan ku kirim Proposal untuk ILLahi yg berisi :
“Semoga Allah menjadikan dirimu kelak menemaniku di SurgaNYA, Ketika diri ini berjabat tangan dengan Muhammad SAW…..”

Langitmu Bukan Langitku

Aku masih disini
Memandang langit yang sama
Aku masih disini
Menyentuh bayangmu yang hanya semu
Bintang itu tak mungkin kugapai….
Kau tak sanggup lagi kusentuh….
Karena langitmu bukan langitku
Dan jalan mu bukan jalanku
Semua tak lagi sama….
Diriku kini sendiri
Terpaku berteman sepi
Karena langitmu bukan langitku

Tak Lagi Sama

Aku masih disini….
Memandang langit yang sama
Aku masih disini….
Memandang satu bintang yang sama
Namun, semua tlah berbeda
Langitmu, tak lagi langitku
Bintangmu pun tak lagi sama
Seperti dulu
Namun, semua tak lagi sama
Rindumu….tak lagi untukku
Senyummu….tak lagi untukku
Semua tak lagi sama
Asa kita tak lagi sama….
Tujuan kita tlah berbeda
Kau tak lagi untukku
Kau tak lagi di sampingku
Hatiku memang sakit….
Namun, aku bahagia untukmu
Kau tlah dapat bintangmu
Meski langitmu tak lagi langitku

Jumat, 05 September 2014

Kadang ku tak pernah tau
Kapan kesedihan datang padaku
Kadang ku tak pernah tau
Kapan kebahagiaan menghampiriku
Realita hidup yang menggema
Membuat hatiku tak karuan
Hari demi hari…….
Air mata ini kuteteskan
Entah itu air mata bahagia
Ataupun air mata kesedihan
Pernah terlintas di benakku
Untuk mengakhiri semua ini
Apalah daya ….
Aku hanyalah manusia lemah
yang tak pernah luput dari dosa
Pada akhirnya ku sadari
dan aku mencoba untuk bangkit kembali ….!!!