Selasa, 10 Februari 2015

"Last Love"

Sejengkal langkah menuju padamu
Setinggi langit harapan ku bisa bersama
Bukan serangkai cerita dan kisah
Melainkan ungkapan asa yang tersirat.
Tak seperti biasa dan bukan biasa
Namun lebih dari segalanya
Raut senyum dan tawa yang slalu
Menggoda
Merasuk hati dan tak berhenti
Memang ini bukan yang pertama
Namun kuharap menjadi yang terakhir
Walau semua sudah terungkap
Bukan berarti rasa berhenti
Sesekali ku salah bersikap dalam
Menhungkap
Ku harap kau mengerti
Bahwa asa ini lebih nyata dalam hati…

Sepucuk Surat Rindu

Kiranya begini
Aku menulis tanpa menyapa dulu
Karna waktuku tidak lama terlalu
Sejak delapan bulan tak melihatmu
Cukup sudah menyisakan rindu
Terlalu lama menunggu menyesakkan ragu
Namun keyakinan bertemu kembali semakin menggebu
Terlalu lama berdiam membuatku jemu
Namun bayanganmu tak bosan berlari di pikiranku
Kamu yang entah di mana sekarang
Aku selalu berharap segera mendapat pesan
Walau hanya sekedar senyuman
Aku akan senang
Jika benar kita masih dipertemukan

Mentari Senja

Cerah mulai hilang
Gelap pun makin lama makin terasa
Hela nafas dari tubuhku
Semakin lama mulai tak terasa
Sepi hening dan akupun mulai terdiam
Di senja hari dalam kesendirian
Entah kapan hening yang mencekam ini pergi …..
Ingin ku berlari pergi ke tengah keramaian ….
Namun akupun tak tau ke mana aku akan mencarinnya……
Hening, dan sepi .
Gelap pun sekarang mulai nyata
Masuk kedalam rumah kecilku
Ingin ku usir gelap , biar cerah yang menemaniku
Tapi apa yang bisa aku lakukan
Aku hannya bisa terdiam dalam gelap
Dan memikirkan setiap detik yang aku lalui .

Rindu

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas sedikit pun dimataku
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat kau bahagia
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu kulagi bersamamu saat ini
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi rindu

Nyatanya aku tak pernah sempat menggantikanmu dihatiku
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat memikirkan dirimu
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat kudapat darimu
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat untukmu

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi

Jumat, 06 Februari 2015

Cerita Hati

Di keheningan malam tanpa riuhnya suara
Di dalam ruangan sempit yang tak tertata
Hembusan sang bayu malam mulai melata
Ada rasa menelisik lewat aksara
Aku tersandung pada kisah lama
Di kala kita masih bersama
Merangkai cerita yang bernada
Pada lorong-lorong waktu yang disebut masa
Aku terjebak dalam damainya cinta
Saat kau tawarkan kehangatan cinta
Aku terpesona dengan kilauan permata
Yang tersajikan lewat pandangan pertama
Saat kau bisikan kata yang tertata
Menusuk dinding pendengaran dan rasa
Menggiring aku dalam dekapan manja
Namun sayang kita belum bisa bersama